Suzuya Peduli Sesama Mengadakan Donor Darah, Peduli Lingkungan dan Tempat Ibadah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Dalam Rangka Anniversary Suzuya yang ke-29 Tahun, Suzuya Group bekerjasama dengan PMI setempat mengadakan CSR Donor Darah diseluruh store Suzuya pada tanggal 29 s/d 1 Oktober 2017.

Acara donor diikuti oleh seluruh karyawandan customer suzuya disetiap daerah, sampai saat ini sudah terkumpul 665 Kantong Darah. Acara Donor diikuti diseluruh toko suzuya di Padang, Medan, Marelan, TanjungMorawa, Binjai, Siantar, Rantauprapat, Baganbatu, Lhokseumawe, Bireuen, Banda Aceh dan Pekanbaru. Dalam Aksi donor darah tersebut ada 1.018 orang yang mendaftar dan terkumpul 665 kantong darah untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Uniknya dalam aksi donor darah ini banyak komunita-komunitas yang ikut meramaikan seperti Komunitas abang Gojek di Siantar, dll. Selain Aksi donor darah, Suzuya juga mengadakan Aksi peduli lingkunganya itu kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar, rumah ibadah, pantai, dll.

Kegiatan ini sangat positif untuk membangun rasa kebersamaan antar karyawan, kedekatan kepada masyarakat serta meningkatkan rasa peduli terhadap lingkungan. Selain bersih-bersih dalam kesempatan CSR ini, Suzuya juga menyerahkan beberapa tanaman kepada Lurah setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Aksi ini diharapkan bisa membuka pandangan masyarakat khususnya karyawan untuk ikut peduli terhadap lingkungan, dan ikut berpartisipasi menjaga lingkungan serta membantu sesama dalam bentuk mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan.

Kegiatan ini akan selalu kami lakukan sebagai wujud kepedulian Suzuya terhadap sesama dan Lingkungan. Di moment Anniversary ini kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh customer setia dan masyarakat yang sudah dengan setia menjadikan Suzuya sebagai destinasi belanja harian dan bulanan yang terpercaya memberikan pelayanan terbaik dan sangat dicintai ibu – ibu karena Suzuya selalu menawaran produk-produk terbaik dengan harga sangat hemat.

Yang terbaik selalu kami berikan untukmemberikan layanan terbaiksesuai Motto Suzuya…Solusi Belanja Hemat dan Cermat. Desmawati Sihombing, SE, Medan

Suzuya Salurkan Beasiswa untuk Siswa Keluarga Kurang Mampu

LayarBerita, Lhokseumawe – Suzuya Cabang Lhokseumawe menyalurkan bantuan beasiswa untuk empat orang siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki berprestasi di SMP Negeri 4 Lhokseumawe, masing-masingnya sebesar Rp2.400.000, Sabtu (18/3/2017). Bantuan beasiswa hasil donasi konsumen Suzuya tersebut diserahkan langsung oleh Manager Suzuya Cabang Lhokseumawe, Herdianto kepada siswa didampingi orangtua dan disaksikan Kepala SMP Negeri 4 Lhokseumawe, Kusnadi, S.Pd.

Manager Suzuya Cabang Lhokseumawe Herdianto menyebutkan, bantuan beasiswa yang disalurkan merupakan donasi konsumen Suzuya Lhokseumawe. “Tahun ini, Suzuya Cabang Lhokseumawe menyalurkan beasiswa untuk 18 orang siswa tingkat SMP, yang masing-masingnya menerima sebesar Rp2.400.000 dan paket perlengkapan sekolah untuk 700 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Lhokseumawe,” jelasnya.

Penyaluran beasiswa dan perlengkapan sekolah ini merupakan wujud kepedulian Suzuya terhadap pendidikan siswa berprestasi, khususnya dari keluarga kurang mampu, imbuh Herdiyanto. Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Lhokseumawe, Kusnadi, S.Pd mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Suzuya Cabang Lhokseumawe atas bantuan beasiswa yang disalurkan.

“Terima kasih kepada Suzuya Lhokseumawe yang peduli akan keberlangsungan pendidikan siswa-siswi kami, khususnya siswa-siswi dari keluarga kurang mampu, namun memiliki prestasi di sekolah,” ujarnya.

Semoga bantuan beasiswa ini bisa membantu meringankan beban orangtua terkait masalah pendidikan putra-putrinya.

“Kami dari pihak sekolah juga menaruh harapan besar kepada pihak Suzuya dan pihak-pihak lainnya, bantuan serupa bisa berkelanjutan demi untuk keberlansungan pendidikan siswa-siswi khususnya dari keluarga kurang mampu, harap Kusnadi.

Perlu diketahui, saat ini SMP Negeri 4 Kota Lhokseumawe memiliki 137 orang siswa dengan 6 rombongan belajar (Rombel), yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu dengan latar belakang ekonomi orangtua sebagai nelayan dan tukang beca, pungkas Kusnadi.